Ini Hidupku Kalian Mau Apa?
Ini hidupku
kalian mau apa?
Niki Astria
bilang, dunia ini panggung sandiwara.
Yah! sebagai
seorang pemain teater aku juga setuju, sebab kehidupan ini adalah milikku,
bukan cuma milikku tapi juga milik kita semua, Ini hidupku bukan hidupmu dan
itu hidupmu bukan hidupku. * selesai..
simple
sebenarnya, tapi satu sama lain (baca:manusia) memang suka membesar-besarkan
yang kecil. Lebih senang mengurusi urusan orang lain
dari pada mengurusi diri sendiri, cenderung ingin merubah lingkungan dan orang
lain daripada mengubah dirinya sendiri.
Ini hidupku
kalian mau apa?
Komentar
saja seenak mulut kalian mengeluarkan kata apa saja yang kalian suka, toh mulut
kalian bukan milikku..
Dunia ini
panggungku, akulah peran utamanya. Kalian mau apa?
mengatur
bagaimana caraku bermain diatas panggung, bisa saja tapi itu tak lebih
sekedarsaran dan kritikan tetap saja akulah peran utamanya.
ini hidupku
kalian mau apa?
Menyingkirkanku
dari panggungku, bisa saja jika kalian mampu tapi ijin dahulu pada sutradara
yaitu Tuhanku..
tentu kita
punya kehidupan masing-masing orang-orang yang hadir dalam kehidupan kita
hanyalah peran pembantu dalam kelangsungan hidup kita dipanggung kehidupan ini.
Tak usah risau “kata orang” tentangmu, mereka hanya mampu mengeluarkan
kata-kata tanpa mampu merubah kehidupan kita kecuali kata itu membangun dalam
kehidupan kita, jika hanya menyudutkan kita sehingga menjadikan kita sebagai
peran piguran dalam kehidupan ini yang tidak menampilkan diri kita sebenarnya
untuk apa? enyahkan saja.
Tak usah
pikirkan “penilaian negatif” tentang anda entah itu benar atau tidak, kita
adalah peran utamanya, jika penilaian itu benar sudah saatnya di hilangkan
dalam karakter yang dilakoni kalaupun tidak pintar-pintarlah memperkenalkan
pada mereka bahwa anda tidak seperti yang mereka pikirkan. Teruslah berperan
dalam panggung kehidupan anda, tetap pokus. mereka hanyalah penonton
andalah pemerannya.
Jangan
memakai “topeng” diatas panggung, tidak perlu takut untuk memperlihatkan wajah
aslimu, biarkan mereka tahu siapa kamu, kau hanya perlu memainkan mimik wajah
yang sebenarnya. kepura-puraan akan terkesan anda sebagai seorang yang munafik,
belajarlah jujur pada diri sendiri dengan tampilan yang sebenarnya itu, memakai
topeng sama saja menipu diri sendiri untuk tidak mengenali dirinya sendiri,
topeng hanya dapat digunakan pada saat terdesak dimana kepribadian itu
terancam!
Ketika
cerita diatas panggung terasa “garing” berarti hidup butuh pembaharuan, bukan
menghilangkan cerita yang sebenarnya hanya saja perlu pembaharuan dan sedikit
improvisasi saja. Jangan menyerah kisah memang tak selalu indah, tapi bukan
berarti harus berhenti begitu saja..
Ketika peran
pembantu terasa lebih berkuasa, kendalikan panggung, kamu tetap peran utamanya.
dan tentu saja didalamnya ada peran antagonis yang tidak disukai tapi dengan
kehadiran mereka kamu akan terbantu dalam mengisahkan kehidupan ini dengan
sangat baik. dan protagonis bisa digunakan sebagai sahanat terbaik
menyelesaikan suatu persoalan.
Ini hidupku
kalian mau apa?
hidupku
bukan hidupmu
hidupmu
bukan hidupku
tapi.. kita
bisa saling membantu bagaimana menciptakan kisah indah didunia ini dengan
banyak cerita unik dari masing-masing kita..